Allah telah mengatur ajal dan rezeki manusia. Oleh karena
itu, dicari dengan cara apapun, yang halal maupun haram, ia hanya akan
mendapatkan apa yang telah ditetapkan Allah atas dirinya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menerangkan
ini dalam sabda beliau (artinya): “Sesungguhnya Jibril mengilhamkan ke dalam
hatiku bahwa tidak ada satu pun jiwa yang meninggal kecuali telah sempurna
rezekinya. maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki.
Jangan sampai lambatnya rezeki menyeret kalian untuk mencarinya dengan
bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada pada sisi Allah tidak akan bisa
diperoleh dengan bermaksiat kepada-Nya.” [ash-Shahihah: 2866]
Kata al-barakah memiliki kandungan yang sangat luas dan
agung. Secara ilmu bahasa, al-barakah, berarti berkembang, bertambah dan
kebahagiaan. Imam an-Nawawi berkata: “Asal makna keberkahan, ialah kebaikan
yang banyak dan abadi”.
Maka, yang dimaksud dengan berkah adalah yaitu kebaikan yang tetap dan terus-menerus.
Jadi, kalau berbicara rezeki dan keberkahannya, maka arti berkah ada dua:
1. Kebaikan yang banyak dan terus
bertambah
2. Kebaikan yang tetap dan
terus-menerus ada
Bisnis yang
berkah adalah bisnis yang membawa pada kebaikan yang terus menerus dan kebaikan
itu menular dan mengalir kepada sebanyak mungkin orang. Ada sebuah kisah,
tentang seorang tukang becak yang sehari-harinya
hidup pas-pasan. Akan tetapi, karena ia sering mengantarkan sebagian
penumpangnya ke Hous Donut, ia menjadi berangan-angan: andai aku bisa memiliki
kesempatan menikmati donat buatan toko ini.
Subhanallah, setelah tukang becak
ini merintis usaha baru dengan bermodalkan piutang dari salah satu bank
konvensional, yang tentunya dengan memungut bunga, maka usahanyapun mulai maju,
dan taraf kehidupannyapun mulai berubah. Dan tidak selang berapa lama, ia menjadi
salah seorang yang kaya raya.
Akan tetapi suatu hal terjadi di luar
perhitungannya, bersama usahanya yang mulai maju, beberapa penyakitpun mulai
menghinggapinya. Dimulai dari kencing manis dan penyakit-penyakit lainnya,
akibatnya impiannya untuk dapat menikmati donat buatan Hous Donut tidak juga
kunjung dapat ia wujudkan. Bila dahulu semasa ia menjadi tukang becak, ia tidak
mampu membelinya, maka sekarang karena ia takut akan akibat dari makan donat.
Bila dahulu ia sering hanya mengenakan kaos
butut dan celana kolor, maka sekarang setelah kaya raya, iapun tidak lebih dari
itu. Yang demikian itu, dikarenakan ia lebih sering untuk berada dalam rumah,
dan bahkan tidak jarang ia harus setia menemani tempat tidurnya, sambil menahan
rasa sakit yang ia derita.
Begitulah jika rezeki tidak berkah. Tampak
banyak, tapi sesungguhnya sedikit. Tampak menyenangkan, tapi sesungguhnya penuh
dengan penderitaan. Mari kita mulai bertekad dan bergerak untuk terus meraik
rezeki yang berkah. Di syirkahpreneur, itulah yang akan kita dorong bersama.
Saling mengingatkan, saling dukung dan sokong. Saling membangun bersama dan
mengajak pada ketaatan kepada Allah Azzawajal.