Masuk dunia bisnis, seperti masuk hutan belantara yang –seberapa seringpun kita memasukinya – tetap akan ada ‘surprise’ yang kita temui, yang tak jarang itulah penyebab akhir petualangan kita.
Karena kita tidak pernah ahli dalam segala. Maka kita butuh teman. Kawan seiring sependakian. Yang melihat ke utara ketika mata kita tertuju ke selatan. yang terjaga ketika kita lelap karena lelah. Yang memandu saat mendaki, menandu saat tak mampu turun sendiri.
Moslempreneur tidak hanya tentang kebersamaan. Tidak sekedar berserikat dalam berwirausaha atau berwirausaha dengan cara berserikat. Tidak sekedar membangun bisnis. Tapi membangun tatanan ekonomi dengan sistem Islam. Ekonomi yang berkah tanpa riba, tanpa bercampur maksiat didalamnya. Maka syirkah disini tidak hanya sebatas akad, tapi juga tekad dan semangat.
Seorang Moslempreneur adalah seorang yang tidak hanya cakap ilmu mualamahnya, tapi juga teguh aqidahnya. Dia yakin seyakin yakinnya bahwa Islam memberi solusi atas segala persoalan hidup, termasuk muamalah, bisnis dan urusan perutnya.
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ
نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS al-Ma‘idah [5]: 3)
Jika Allah Ajjawazal mengharamkan khamr, maka Allah telah siapkan sumber mata air dari seluruh penjuru bumi untuk di minum, Allah sediakan buah untuk di Jus, dan berbagai jenis minuman lainnya yang bisa dinikmati dan diambil manfaatnya.
Jika Allah haram kan zina, Allah turunkan syariat menikah. Jika Allah haramkan RIBA, Allah halalkan jual beli dan berbagai bentuk muamalah lainnya. Begitulah seorang Moslempreneur, tidak berhenti pada keluhan, tapi bergerak dan membangun solusi tidak hanya untuk diri tapi berbagi dan saling peduli.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ ، قَالَ : تَرَكْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ ، إِلا
وَهُوَ يُذَكِّرُنَا مِنْهُ عِلْمًا ، قَالَ : فَقَالَ : صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ ، ويُبَاعِدُ مِنَ
النَّارِ ، إِلا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ.
Abu Dzar al-Ghifari pernah mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggalkan kita, sedangkan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara kecuali beliau telah menjelaskan kepada kami. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah dijelaskan kepada kalian.’” Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir: 1647 dengan sanad yang shahih.
Lengkap sudah Agama ini, akhi. Jadilah seorang Moslempreneur yang mencari pundi-pundi dalam keberkahan rezeki yang hadir dengan cara berserikat. Karena Allah hadir diantara mereka. Diantara orang-orang yang berhimpun. Diantara mereka yang bersyirkah. Gol yang indah hanya bisa hadir dari pembagian peran yang apik.
Nabi Shalallahu alaihi wasalam bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra : Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya. [HR. Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni].
Jadilah Moslempreneur, jadilah amanah, jadilah seorang muslim yang berilmu
sebelum bermuamlah. Jadilah termasuk mereka yang tidak hanya mengejar laba, tapi
juga jariyah.